Bersama Menyemarakkan Spirit Dakwah. Islam Untuk Semua.

Organisasi Sahabat Masjid (SAHAM)

Assalammualaikum w.b.t.


"Selamat Menunaikan Ibadah Puasa"

0 comments:

Ya Ramadhan...



Assalamu'alaikum..
Ramadhan menjelang lagi.Moga-moga kita dapat memperbanyakkan ibadat kita pada bulan yang mulia ini dan seterusnya memantapkannya pada bulan-bulan seterusnya.InsyaAllah...

NASIHAT RASULULLAH MENJELANG RAMADHAN

Diriwayatkan Oleh Ibnu Huzaimah, Rasulullah memberikan nasihat
menjelang Ramadhan :

“Wahai manusia! Sungguh telah datang pada kalian bulan Allah dengan
membawa berkah rahmat dan maghfirah. Bulan yang paling mulia disisi
Allah. Hari-harinya adalah hari-hari yang paling utama. Malam-
malamnya adalah malam-malam yang paling utama. Jam demi jamnya adalah jam-jam yang paling utama.

Inilah bulan ketika kamu diundang menjadi tamu Allah dan dimuliakan
oleh-NYA. Di bulan ini nafas-nafasmu menjadi tasbih, tidurmu ibadah,
amal-amalmu diterima dan doa-doamu diijabah. Bermohonlah kepada Allah
Rabbmu dengan niat yang tulus dan hati yang suci agar Allah membimbingmu
untuk melakukan shiyam dan membaca Kitab-Nya.

Celakalah orang yang tidak mendapat ampunan Allah di bulan yang agung
ini. Kenanglah dengan rasa lapar dan hausmu di hari kiamat.
Bersedekahlah kepada kaum fuqara dan miskin. Muliakanlah orang
tuamu, sayangilah yang muda, sambungkanlah tali persaudaraanmu, jaga
lidahmu,tahan pandanganmu dari apa yang tidak halal kamu memandangnya dan
pendengaranmu dari apa yang tidak halal kamu mendengarnya. Kasihilah
anak-anak yatim, nescaya dikasihi manusia anak-anak yatimmu.

Bertaubatlah kepada Allah dari dosa-dosamu. Angkatlah tangan-tanganmu
untuk berdoa pada waktu solatmu karena itulah saat-saat yang paling
utama ketika Allah Azza wa Jalla memandang hamba-hamba- Nya dengan
penuh kasih; Dia menjawab mereka ketika mereka menyeru-Nya, menyambut
mereka ketika mereka memanggil-Nya dan mengabulkan doa mereka ketika mereka
berdoa kepada-Nya.

Wahai manusia! Sesungguhnya diri-dirimu tergadai karena amal-amalmu,
maka bebaskanlah dengan istighfar. Punggung-punggungmu berat karena
beban (dosa) mu, maka ringankanlah dengan memperpanjang sujudmu.

Ketahuilah! Allah ta’ala bersumpah dengan segala kebesaran-Nya bahwa
Dia tidak akan mengazab orang-orang yang solat dan sujud, dan tidak
akan mengancam mereka dengan neraka pada hari manusia berdiri di
hadapan Rabb al-alamin.

Wahai manusia! Barang siapa di antaramu memberi buka kepada orang-
orang mukmin yang berpuasa di bulan ini, maka di sisi Allah nilainya sama
dengan membebaskan seorang budak dan dia diberi ampunan atas dosa-
dosa yang lalu.
(Sahabat-sahabat lain bertanya: “Ya Rasulullah! Tidaklah kami semua mampu berbuat demikian.”

Rasulullah meneruskan: “Jagalah dirimu dari api neraka walaupun
hanya dengan sebiji kurma. Jagalah dirimu dari api neraka walaupun
hanya dengan seteguk air.”

Wahai manusia! Siapa yang membaguskan akhlaknya di bulan ini ia akan
berhasil melewati sirathol mustaqim pada hari ketika kaki-kaki
tergelincir. Siapa yang meringankan pekerjaan orang-orang yang dimiliki
tangan kanannya (pegawai atau pembantu) di bulan ini, Allah akan
meringankan pemeriksaan- Nya di hari kiamat. Barangsiapa menahan
kejelekannya di bulan ini, Allah akan menahan murka-Nya pada hari ia
berjumpa dengan-Nya. Barang siapa memuliakan anak yatim di bulan ini,
Allah akan memuliakanya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barang
siapa menyambungkan tali persaudaraan (silaturahmi) di bulan ini, Allah
akan menghubungkan dia dengan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya.
Barang siapa memutuskan kekeluargaan di bulan ini, Allah akan
memutuskan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya.

Barangsiapa melakukan solat sunat di bulan ini, Allah akan menuliskan baginya kebebasan dari api neraka. Barangsiapa melakukan shalat fardu baginya ganjaran seperti melakukan 70 solat fardu di bulan lain. Barangsiapa memperbanyak selawat kepadaku di bulan ini, Allah akan memberatkan timbangannya pada hari ketika timbangan meringan. Barangsiapa di bulan ini membaca satu ayat Al-Quran, ganjarannya sama seperti mengkhatam Al-Quran pada bulan-bulan yang lain.

Wahai manusia! Sesungguhnya pintu-pintu syurga dibukakan bagimu, maka
mintalah kepada Tuhanmu agar tidak pernah menutupkannya bagimu.
Pintu-pintu neraka tertutup, maka mohonlah kepada Rabbmu untuk tidak
akan pernah dibukakan bagimu. Setan-setan terbelenggu, maka mintalah
agar ia tak lagi pernah menguasaimu. Amirul mukminin k.w. berkata:
“Aku berdiri dan berkata: “Ya Rasulullah! Apa amal yang paling
utama di bulan ini?” Jawab Nabi: “Ya Abal Hasan! Amal yang
paling utama di bulan ini adalah menjaga diri dari apa yang
diharamkan Allah”.

Wahai manusia! sesungguhnya kamu akan dinaungi oleh bulan yang
sentiasa besar lagi penuh keberkahan, iaitu bulan yang di dalamnya
ada suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan; bulan yang Allah telah
menjadikan puasanya suatu fardhu, dan qiyam di malam harinya suatu
tathawwu’.”

“Barangsiapa mendekatkan diri kepada Allah dengan suatu pekerjaan
kebajikan di dalamnya, samalah dia dengan orang yang menunaikan suatu
fardhu di dalam bulan yang lain.”

“Ramadhan itu adalah bulan sabar, sedangkan sabar itu adalah
pahalanya syurga. Ramadhan itu adalah bulan memberi pertolongan (
syahrul muwasah ) dan bulan Allah memberikan rezeki kepada mukmin di
dalamnya.”

“Barangsiapa memberikan makanan berbuka seseorang yang berpuasa,
adalah yang demikian itu merupakan pengampunan bagi dosanya dan
kemerdekaan dirinya dari neraka. Orang yang memberikan makanan itu
memperoleh pahala seperti orang yang berpuasa tanpa sedikitpun
berkurang.”

Para sahabat berkata, “Ya Rasulullah, tidaklah semua kami memiliki
makanan berbuka puasa untuk orang lain yang berpuasa. Maka
bersabdalah Rasulullah saw, “Allah memberikan pahala kepada orang yang memberi sebutir kurma, atau seteguk air, atau sehirup susu.”

“Dialah bulan yang permulaannya rahmat, pertengahannya ampunan dan
akhirnya pembebasan dari neraka. Barangsiapa meringankan beban dari
budak sahaya (termasuk di sini para pembantu rumah) niscaya Allah
mengampuni dosanya dan memerdekakannya dari neraka.”

“Oleh karena itu banyakkanlah yang empat perkara di bulan Ramadhan;
dua perkara untuk mendatangkan keredhaan Tuhanmu, dan dua perkara
lagi kamu sangat menghajatinya. “

“Dua perkara yang pertama ialah mengakui dengan sesungguhnya bahawa
tidak ada Tuhan selain Allah dan mohon ampun kepada-Nya . Dua perkara
yang kamu sangat memerlukannya ialah mohon syurga dan perlindungan
dari neraka.”

“Barangsiapa memberi minum kepada orang yang berbuka puasa, niscaya
Allah memberi minum kepadanya dari air kolam-Ku dengan suatu minuman
yang dia tidak merasakan haus lagi sesudahnya, sehingga dia masuk ke
dalam syurga.”

wslm.

0 comments:

Ayuh Tingkatkan Ibadah!!! Selamat datang Ramadhan!!

Saya mewakili Sahabat Masjid (SAHAM) mengucapkan Selamat Menunaikan Ibadah di bulan Ramadhan al-mubarak. Marilah kita berlumba-lumba mempertingkatkan ibadah di bulan yang cukup 'mewah' dengan pahala. Moga-moga Ramadhan kali ini adalah yang terbaik berbanding Ramadhan yang lepas-lepas,insyaALLAH..

"SELAMAT DATANG RAMADHAN KAREEM"





0 comments:

Negara islam impianku...





Digosok-gosok lagi matanya. Dia seakan-akan tidak percaya apa yang dilihatnya. Apakah aku kembali ke zaman unta, ke zaman kolot dan purba? Begitulah detik hatinya. Dikesat hidungnya yang berair dengan kertas tisu. Kertas itu kemudiannya dicampakkannya ke tepi jalan.

"Assalamualaikum, pakcik.. tolong kutip kertas itu. Nanti pakcik rugi di Akhirat. Kebersihan itu separuh daripada iman." Bunyi satu suara di belakangnya. Ia bingkas berpaling. Siapa berani menegurku? Aku Datuk Dr.Johar, orang besar negara ini.

"Pakcik, biarlah saya tolong kutip,sebelum Penguatkuasa Iman dan Islam datang. Nanti didendanya pakcik," kata budak kecil berpakaian putih dengan serban yang melilit kepalanya. Datuk Dr. Johar membetulkan tali lehernya.

Ah, kalau dia datang biar aku sogok dengan duit ini. Siapa yang tak kelabu tengok duit merah, biru berlapis-lapis. Namun, Datuk Dr. Johar terus hairan. Bangunan pencakar langit dengan wajah pembangunan yang sofistikated. Ada helikopter bersimpang -siur bergerak di udara. Railbus bercerakah ke sana sini. Bullet train

"Ah, di mana aku sekarang ini?" gerutu hati Datuk Dr.Johar. "Hoi budak, Aku di mana sekarang ?" soalnya kepada budak yang menegurnya tadi. Budak itu tersenyum. Mukanya cerah dan indah. Tenang dan bersuara lunak. Apakah ini Aladin, budak Arab dengan lampu ajaibnya: teka-teki itu terus menerjah kepala dan kotak fikir Datuk Dr. Johar. Budak itu membuka mulut hendak menjawab. Belum sempat, tiba-tiba datang sebuah kereta jenis Ferrari, merah dan bercahaya. Keluar dua orang lelaki dengan pakaian yang hebat dan segak. Serban mereka berwarna hitam berjalur biru.

"Assalamualaikum....Maaf, pakcik. Kami terpaksa mendenda pakcik. Kesalahan membuang sampah ini sudah belasan tahun tidak berlaku di Darul Taqwa ini. Kami terpaksa mendenda pakcik. Kebersihan itu lambang iman. Negara ini menitikberatkan iman. Pakcik didenda, 30 kali subhanallah, 30 kali astaghfirullah dan selawat 100 kali." Kata pegawai penguatkuasa itu dengan lembut.

Datuk Dr. Johar tersentak. Apa namanya undang-undang ini. Tak ada dewan bandaraya di seluruh pelusuk dunia mengamalkannya. Dia tercengang-cengang. Namun egonya membumbung tinggi. Apa ? Dia nak marahkan aku ? " Ni duit lima ratus. Saya tak mahu buat apa yang kamu minta. Kita selesaikan di sini saja. Berapa gaji yang kamu dapat sebulan ? " tanyanya angkuh. "Pakcik, kita bekerja kerana Allah, bukan kerana gaji. Lagipun duit bukan ada harga lagi di zaman ini. Semuanya dipandang sebagai alat, bukan matlamat," kata pegawai berjanggut dan berjambang itu dengan tenang.

"Oh, oh .... Maafkan kami, pakcik. Kami nak tanya sikit, kenapa pakcik pakai pakaian zaman dulu?Mana pakcik dapat pakaian macam itu ?" Tanya pegawai itu pula. Aku yang gila, atau dia yang gila? Detak hati Datuk Dr. Johar. Dia berjalan ke arah kereta Ferrari yang berkilat itu. Melalui cerminnya dia nampak perawakannya dengan jelas. Tak ada yang salah. Tali leher, kemeja dan kotnya masih kemas dan segak. Daripada jenama yang mahal pula -Pierre Cardin. Kasutnya hitam berkilat daripada jenis Bally. Ah! Aku masih unggul. Lelaki tampan, lambang status dan kejayaan. Dia yang kolot, dia yang ketinggalan zaman.

"Anak muda, pakaian pakcik ni pakaian pemimpin. Pakcik orang besar di negara ini. Pakcik dah keliling dunia dengan pakaian ni. "

"Pakcik, itu pakaian puluhan tahun yang lampau. Ketika Islam belum berdaulat di Darul Taqwa ni. Moyang-moyang kami dulu saja yang pertahankan pakaian macam itu. Itu pakaian orang kuno di Barat. Sekarang, kami hanya dapat lihat gambar-gambarnya saja. Itupun dalam buku sejarah zaman peralihan Islam. Orang Barat zaman moden ini dah berpakaian macam yang kami pakai. Tak ada orang yang pakai macam tu kecuali orang-orang bukan Islam yang dijamin kebebasannya dalam sebuah negara Islam seperti Darul Taqwa."

Datuk Dr. Johar termanggu-manggu kebingungan. "Dimana aku sebenarnya ni?" Dia bertanya lagi kepada pegawai penguatkuasa dan budak kecil di tepi jalan. Dia masih kenal, Ini Jalan Chow Kit di tengah bandar Kuala Lumpur. Masih ada Masjid Pakistan dan Masjid Kampung Baru di sebelah sana. Tetapi itu sahaja, yang lain tak ada.

"Pakcik di bandar Mutmainnah. Ini jalan Mujahadah,namanya. Saya Haji Din,Pegawai Penguatkuasa Iman dan Islam. Diberi amanah untuk memastikan kebersihan lahir batin bandar ini."

"Apa? Bandaraya Kuala Lumpur dah jadi Bandaraya Mutmainnah? Jalan Chow Kit dah jadi jalan Mujahadah? Apa dia mutmainnah? Apa dia mujahadah tu? Apa yang terjadi ni?" Soalan-soalan itu terus menyerang benak Datuk Dr.Johar.

"Pakcik, kami rayu pakcik membayar denda tadi. Kalau tak boleh sekarang, lepas sembahyang nanti pakcik laksanakanlah. Demi kebaikan pakcik dunia dan Akhirat."

Tiba-tiba terdengar suara orang memberi salam dari jauh. Nyaring dan jelas. Seorang lelaki pertengahan umur berlari kepada seorang pegawai penguatkuasa. "Tuan, hukumlah saya. Saya mengumpat tadi. Ya Allah ! seksa Neraka amat pedih..Tolonglah, tuan. Hukum saya di dunia sebelum saya dihukum di Akhirat!" rayu lelaki itu. Pegawai tadi berpaling ke arah lelaki yang baru datang, dan kesempatan itu diambil oleh Datuk Dr. Johar. Dia lari sekuat-kuat hati. Peliknya mereka tidak mengejarnya. Ia terlepas....Lega...

Dahaga dan lapar mula menggigit tekak dan perutnya. Dia mesti makan. Dia perlu minum.Tapi di mana? Tiba-tiba ia terdengar suara komputer dari sound system di tepi-tepi jalan : "Assalamualaikum, kepada seluruh penduduk Kota Mutmainnah. Syed Al-Abrar, hartawan besar berada di Jalan Uwais Al Qarni merayu fakir miskin supaya sudi menerima sedekahnya. Hari ini ia menjamu nasi dan minuman. Sila datang!"

Datuk Dr. Johar orang besar Darul Ghurur itu tidak akan mencemar duli menagih nasi. Dia ada duit, mampu membelinya sendiri. Dia pun masuk ke sebuah restoran di tepi jalan. Di situ penuh dengan pelanggan. Semuanya berserban dan berjubah. Matanya tak betah lagi melihat semua itu. Tapi kerana lapar ia masuk juga.

"Maaf tuan, itu pintu masuk untuk wanita. Di sini untuk lelaki."

"Ceh! Diskriminasi, doubel-standard, lelaki dipisahkan daripada perempuan." Mukanya dicemekkan kepada tuan kedai yang menegurnya.

"Ada restoran lain yang mengamalkan persamaan taraf antara lelaki dan perempuan? Saya tak suka pemisahan-pemisahan macam ni!" Lelaki itu tersenyum. "Empat puluh tahun yang lalu adalah. Sekarang ni kita sudah bebas dan merdeka. Zaman penjajahan fikiran dan jiwa sudah berlalu. Tak ada diskriminasi wanita di sini, tuan. Amir Muhammad, pemimpin Darul Taqwa telah menaikkan taraf wanita tanpa Women's Libs. Kalau tuan ada isteri dan membawanya bersama, sila masuk ke sana. Di sana ada tempat khusus untuk makan bersama isteri dan anak perempuan," terangnya. Mukanya jernih. Serban dan jubahnya serba putih.

"Ini bertentangan dengan prinsip demokrasi. Sistem pemerintahan kapitalis, sosialis, nasionalis malah komunis sekalipun tak macam ni..."

"Masya-Allah pakcik, jangan disebut lagi nama-nama ideologi tu. Semuanya telah termaktub sebagai ajaran-ajaran sesat dalam perlembagaan Darul Taqwa ini. Tak ada orang lagi yang berpegang dengan fahaman jahiliyyah tu... Subhanallah...." Keluh tuan restoran itu sambil mengurut-ngurut dadanya. Ekor serbannya bergoyang-goyang ketika ia manggeleng -gelengkan kepalanya. Ah! Persetankan semua itu. Perut aku lapar. Datuk Dr. Johar pun duduk.

"Nasi beriani sepinggan!" ujarnya kepada pelayan. "Dalam pinggan, tuan?" tanya pelayan itu kehairanan. "Ya ! Apa peliknya?"

"Baik,tuan. Tapi semua orang berebut-rebut pahala makan berjamaah. Tuan makan seorang ?" tanya pelayan berkulit hitam itu.

Dia tambah geram. Direnung ke hadapan, iaitu keempat orang yang sedang menikmati makanan. Tidak ada meja makan hanya hamparan permaidani tebal dengan dulang-dulang indah yang tersusun rapi. Mereka makan satu dulang. Yek! Jijiknya. Ah! Aku tetap aku. Aku ada pendirian! Nasi beriani dengan ayam goreng kegemarannya terhidang di atas kain putih khas.

"Jemput makan dengan nama Allah yang memberi rezeki," kata pelayan itu dengan sopan. Datuk Dr.Johar makan dengan seleranya. Dewan makan itu berhawa dingin lengkap dengan alat TV dan pita videonya sekali. Dia makan seorang diri bagai kera sumbang.

" Ya Allah,apa musibah yang menimpa ana Subuh tadi. Ana masbuk dalam sembahyang jemaah Subuh, "ujar seorang lelaki muda dengan wajah yang kecewa. Suapnya perlahan. Macam tak lalu makan saja.

"Anta tak cuba tampung dengan amal makruf yang lain ?" tanya sahabatnya di sebelah. Dia nampak simpati. Datuk Dr. Johar pasang telinga saja.

"Ana nak sedekahkan lima ribu ringgit ....Malang nasib ana. Ana tunggu lima jam di tepi jalan tadi, seorang pun tak mahu terima sedekah ana" Keluhnya.

"Susah kita sekarang. Orang miskin yang bolot pahala redha, pahala sabar. Mereka patutnya bantulah kita. Tolonglah terima sedekah kita. Ah, susahnya jadi orang kaya macam kita ini. Dahlah nanti di Akhirat banyak hisabnya, di dunia orang tak sudi pula terima sedekah kita, keluh seorang yang sama-sama makan dengan lelaki muda tadi.

"Kalaulah kita hidup zaman moyang kita dulu, kan dapat kita korbankan harta yang banyak ini. Saya pun dapat harta ni melalui warisan daripada bapa, yang diwarisi oleh datuk saya daripada moyangnya. Kita tunggulah bila kerajaan nak bangunkan projek negara atau nak gunakan duit untuk kemaskinikan kementerian-kementeriannya.... Saya nak labur habis-habisan. Biar jadi saham Akhirat," kata pemuda itu menutup perbualan. Mereka pun makan dengan perlahan-lahan. Datuk Dr.Johar makin pelik.

"Tambah nasi sepinggan lagi!" ujarnya kepada pelayan restoran. "Demi kesihatan tuan, saya nasihatkan....Berhentilah sebelum kenyang. Maaf tuan saya terpaksa mengatakan demikian. Saya pelayan kedai merangkap pegawai perubatan ....," kata pelayan itu lagi. "Apa? Awak pegawai perubatan? Seorang doktor ke? Kelulusan luar negeri atau dalam negeri? Awak sepatutnya bertugas di hospital, bukan di restoran!" bentaknya. Marah campur geram.

"Tuan, mana ada hospital sekarang.Yang ada khusus untuk bayi, kanak-kanak dan wanita, juga para mubaligh dan mujahid yang cedera ketika berjuang. Tuan, kalau tuan amalkan makan hanya bila lapar dan berhenti sebelum kenyang, tuan akan sihat, insya-Allah. Kita tak perlu hospital!"

"Bodoh, kalau macam tu, macam mana nak rawat pesakit kencing manis macam aku ini ?" leternya perlahan-lahan. "Penyakit kencing manis? Tuan menghidapnya? Saya ada baca buku perubatan edisi tahun 1990 dulu. Sekarang penyakit tu dah tak ada siapa menghidapnya....."

"Batalkan saja oder saya tadi, banyak sangat cakap, boring. Saya perlu hiburan sekarang ...Di mana boleh saya boleh dapatkan hiburan?" tanyanya. "Di sana,tuan. Melalui butang pada sistem komputer di sebelah sana, tuan boleh dapat apa saja hiburan yang menyegarkan. Tak payah risau pasal bil. Percuma.

Datuk Dr. Johar, orang besar negara, melangkah hebat ke tempat yang ditunjukkan. Berbagai -bagai butang dengan bermacam warna berkelip-kelip. Sangat rumit tapi kekeliruan itu dapat disembunyikannya. Dia malu kalau-kalau dengan pakaian jenama Pierre Cardinnya ia masih kelihatan kolot.. Entah di mana falsafah moden Datuk Dr. Johar. Pada pakaiannyakah atau otaknya?

Diberanikan hatinya; satu butang warna hitam ditekan. Dalam skrin timbul tajuk besar- KHAUF. Apa bendanya ni? Kemudian menyusul nama-nama lagu: MATI ITU TERLALU SAKIT, ALAM BARZAKH YANG PASTI, MIZAN NOKTAH PENYESALAN, IZRAEL DATANG TIBA-TIBA.

Seram sejuk tubuhnya.

"Apa nama lagu macam ini? Biarlah menaruh harapan sikit. Hatiku macam kristal, boleh pecah dengan lagu-lagu macam tu. Aku belum nak mati lagi," protes hati Datuk Dr.Johar. Dia beralih ke butang hijau tanpa lengah terus menekannya. Tertera di atas skrin komputer: 'RAJA'. Kemudian tersembul tajuk-tajuk lagu. Dibacanya dengan teliti... FIRDAUSI MELAMBAIMU, DEMI CINTA DAN RAHMAT-NYA, KEINDAHAN JANNAH YANG ABADI..

Kepala datuk Dr. Johar makin pusing. Semuanya tentang Akhirat. "Apa nak jadi ni?Tak ada lagu yang hot sikit ke?" tanyanya kepada seorang anak muda berjubah coklat di sebelahnya.

"Nanti ya pakcik. Saya pilihkan lagu yang paling hot sekarang ni. Top-hit anak-anak muda sekarang..."
"Ya, ya saya setuju," balas Datuk Dr. Johar. Telinganya dihalakan kepada sistem suara di dinding restoran itu. Dia ingin dengar lagu-lagu kegemaran muda-mudi daerah asing itu.

"Eh ...Ni suara orang mengaji."
"Nanti dulu pakcik, selepas ni ada terjemahannya kemudian baru menyusul lagunya," kata pemuda berjubah cokat itu sambil matanya di tutup rapat-rapat. Asyik sekali dia. Kemudian getaran suara bergema....

Cintaku berlabuh di persada rahmat
Mumendamba kasih yang tidak berhujung
Mengutip sayang di hamparan cinta suci
Inilah getaran hatiku memburu cinta.......
Stanza hati merindu Ilahi!

Datuk Dr. Johar tak tahan lagi. Ia merengus dan pergi ke kaunter bayaran.

"Maaf tuan, duit ini duit lama. Kalau tuan tak mampu bayar kami halalkan sajalah ..." Datuk Dr. Johar makin geram. Dia menderam dan berkata, "saya bayar dengan kad kredit saja!" Dia hulurkan kad kredit warna keemasannya.

"Maaf sekali lagi, tuan. Kad kredit ini tidak boleh kami terima, kami halalkan sajalah."
"Tak, pantang saya minta sedekah. Saya ada harta simpanan berbungkal-nungkal emas di bank. Takkan saya nak bawa, nanti disambar pencuri."
" Darul Taqwa tak ada pencuri, tuan. Pencuri terakhir telah dipotong tangannya 30 tahun yang lalu ketika minta dihukum di hadapan hakim kerana takutkan seksa Neraka."
"Ah, aku tak nak dengar semuanya. makin gila aku dibuatnya," pekik Datuk Dr. Johar lantas meluru keluar dari restoran itu.

Di luar,semua pandangan menyakitkan hati. Mengapa orang kolot ini mentadbir teknologi begini tinggi. Pemandu bullet train berserban merah tersenyum kepadanya. Pilot helikopter dengan tulisan 'MAKRUFAT AIRTRANSPORT' sibuk dengan urusannya. Di papan itu terpampang gambar seorang lelaki dan perempuan berserta anak-anak meraka. Semuanya berserban, berjubah dan berpurdah. Di jalan-jalan raya suasana meriah dengan salam dan senyum. Baginya,semua itu seolah-olah menyindir dan mengejek. Kenapa jadi begini? Kenapa? Kenapa? Kenapa? Mengapa? Mengapa? Mengapa?

Datuk Dr. Johar tiba-tiba menjerit. Tekanan dalam jiwanya yang kian tersumbat itu tiba-tiba meletus. "Datuk..!Datuk..! Bangun, Datuk. Ada berita buruk !" kata pembantunya.

Datuk Dr.Johar bangun. Ia tertidur sewaktu menunggu keputusan pilihanraya hari itu.

"Kenapa? Parti kita kalah? Aku kalah? "tanya Datuk Dr.Johar.

"Maaf Datuk. Begitulah keutusannya" jawab pembntu itu.

Datuk Dr. Johar seakan tidak percaya. Digosok-gosok lagi matanya.

1 comments:

Nilai ekonomi bagi seorang daie

“Sesungguhnya Allah membeli dari mukmin JIWA dan HARTA mereka dengan menggantikan SYURGA. Mereka berperang di jalan Allah, sehingga mereka terbunuh,(sebagai) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al-Quran. Dan Siapakah yang lebih tepati janjinya selain Allah? Maka gembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan demikianlah kemenangan yang agung” (Surah At-Taubah : 111)

Andai satu ketika dahulu, Bilal bin Rabah berjaya mengubah dunia dengan laungan azan, sehingga kini, seluruh dunia menikmati laungan kalimah cinta itu 5 kali sehari, tidak sesaat pun laungan ini terdiam seketika. Hamba itu telah dieksploitasi Umaiyyah bin Khalaf, yang menyeksanya sehingga kembali menyembah berhala. “Ahad! Ahad!” itulah kalimah cinta hakiki yang menerobos segala tohmah dan seksaan walau nyawa di hujung cemeti Umaiyyah.

Kehadiran Abu Bakar untuk membebaskan jiwa ini dari cengkaman si durjana itu, kerana adanya hasil ekonomi demi kemampuannya untuk sekelumit saudara-saudara baru, seperti Bilal ini. Terima kasih wahai Abu Bakar, sejarah Bilal masih tercatat untukku contohi, bukan terhenti setakat seksaan. Andai kau lambat, pasti nyawanya ditarik dahulu..

Suatu ketika, dalam sebuah siri peperangan bersama Rasulullah TERCINTA, Abu Bakar sekali lagi menggunakan hasilnya ekonominya, demi perjuangan yang haq ini. Bertanyalah Rasulullah kepadanya,

“Wahai Abu Bakar, engkau telah menggunakan seluruh kewanganmu, apakah yang kau tinggalkan kepada anak-anak dan isterimu?”

“Aku tinggalkan Allah dan Rasul kepada mereka”-Abu Bakar

Subhanallah.. Tak dapat menahan sebak di dada mengingati dan menulis kisah sahabat ni sehingga mampu mengalir titisan sejuk di pipi ini.

Allah tidak melarang hamba-Nya untuk mencari rezeki bahkan Allah menyuruh manusia untuk mencari rezeki yang halal;

“Makanlah dari rezeki yang baik-baik yang telah Kami berikan kepadamu, dan janganlah melampaui batas, yang menyebabkan kemurkaan-Ku menimpamu. Barangsiapa ditimpa kemurkaan-Ku maka sungguhm binasalah dia”(Surah Taha : 81)

Rezeki ini yang dimaksudkan disini adalah ekonomi bagi umat Islam. Andainya, dengan kukuhnya kewangan umat Islam mampu mengubah sesuatu keadaan umat islam hari ini, mengapa tidak kita berusaha untuk itu? Ramai orang menganggap, dengan banyaknya harta seseorang itu, tercabutlah sifat zuhud, banyaklah masalahnya. Lebih elok menjadi sederhana, supaya tidak menjadi fitnah. Sedangkan kita tahu bahawa peperangan ekonomi sendiri telah berlaku antara agama!

Kalau kita rujuk isu semasa hari ini, beberapa Yahudi telah menyumbangkan berbilion-bilion peruntukan untuk penggalian ‘Kuil Nabi Sulaiman’ di Al-Quds dan berhasrat membinanya kembali. Kesannya Al-Aqsha terancam kekukuhannya, umat Islam hanya memendam rasa marah, tak mampu berbuat apa-apa. Mungkin menunggu satu kaum yang akan berusaha menyelamatkan Masjid Aqsha, sehingga keterlambatan dan kecuaian kita, dinding konkrit setinggi 3 meter pula yang telah terbina, apa pula selepas ini?

Ingatlah pesan Imam Hasan Al-Banna;
“Saudara mestilah memberi khidmat kepada kekayaan Islam secara umum dengan menggalakkan industri dan perbadanan-perbadanan ekonomi Islam. Saudara mestilah berhati-hati benar supaya satu sen pun wang saudara tidak jatuh ke tangan orang bukan Islam walau bagaimanapun keadaan saudara. Jangan saudara pakai dan makan kecuali barang pengeluaran negara Islam.”

0 comments:

air mengalir...



Assalamu'alaikum...
Air adalah satu anugerah yang telah Allah swt ciptakan untuk kita sebagai makhluknya.Daripada air inilah kita dapat mengambil pengajaran daripada sifat fizikalnya.Saya tidak bercakap berkenaan air yang bertakung. Perbezaan air yang mengalir dengan air yang bertakung ada banyak. Antaranya adalah pergerakan, dan kuantiti. Kuantiti air yang mengalir akan sentiasa bertambah dari masa ke semasa, manakala air yang bertakung kadangkala bertambah, dan kadangkala berkurang.

Air yang mengalir sentiasa bergerak, manakala air bertakung statik pada satu tempat.

Saya ingin anda melihat kepada makhluk Allah bernama air yang mengalir ini.

Ada sesuatu yang saya fikir, kita manusia, perlu mengambil motivasi daripada air.

“Allah, dah tak ada jalan dah ni”

Itu mungkin kata-kata kita apabila kita cuba menyelesaikan satu masalah, dan kita tidak berjumpa jalan penyelesaiannya.

“Apa boleh buat, setakat ini aja la yang kita mampu”

Mungkin itu satu lagi alasan yang sering kita dengar apabila seseorang manusia, kononnya telah berusaha.

Tak ada jalan, sudah usaha sehabis kudrat, dan sebagainya adalah alasan-alasan yang sering kedengaran semasa kita perlu melaksanakan kerja, perlu menyelesaikan masalah, perlu berhadapan dengan situasi yang memerlukan usaha.

Kita mudah mengalah apabila menyedari kita terperangkap. Kita mudah tewas apabila tersekat dengan halangan.

Tetapi saya hendak kita melihat makhluk Allah bernama air yang mengalir.

Apa yang kita boleh ambil daripadanya?

Sebagaimana yang kita tahu, air ini sifatnya memenuhi ruang. Dia akan memasuki segala ruang yang ada, mengisi dan memenuhinya. Air tidak akan memasuki pepejal, tetapi bergerak melaluinya. Dan air yang mengalir, tidak boleh dihalang atau dihadang pergerakannya. Air yang mengalir tetap akan mengalir, mengalir dan mengalir.

Mari kita buat eksperimen.

Ambil segelas cawan, dan kemudian tuangkan air secara berterusan ke dalamnya.

Apa yang anda akan lihat?

Ya, awalnya, air itu terperangkap di dalam cawan. Tetapi, apabila dia terus mengalir dan mengalir, dia tidak kekal di bahagian bawah cawan itu sahaja. Dia perlahan-lahan naik, naik, dan naik, seterusnya melimpah keluar dari cawan.

Nampak? Walaupun tiada jalan keluar di kiri, kanan, hadapan, dan bawahnya, air mengalir tidak berputus asa. Dia terus bergerak, mencari jalan keluar, hinggalah dia naik ke atas untuk melepaskan diri dari perangkap cawan.

Lihat lah air yang mengalir. Kalau ada jeram menghalang, dia akan keluar melalui celahan-celahan batu jeram, di celah kiri kanan batu jeram, di atas batu jeram. Air mengalir akan terus mencari jalan keluar, walau sekecil mana sekalipun.

Inilah yang manusia perlu ambil pengajaran.

Jadilah seperti air yang mengalir. Terus berusaha, berusaha dan berusaha tanpa jemu, tanpa rasa hendak gagal, walaupun sudah terperangkap tanpa jalan keluar.

“Boleh la, itu air mengalir. Sentiasa mengalir. Kita manusia, ada penat juga”

Ya. Kita manusia, ada penat. Betul. Tenaga kita tidak akan sentiasa mengalir seperti air yang mengalir. Tetapi, kita boleh ‘menghadirkan’ tenaga kita itu.

Ya. Dari mana sumber tenaga kita?

Daripada Allah SWT. Dengan menjaga hubungan kita kepada-Nya, sentiasa berhubungan dengan-Nya, maka kita akan mempunyai sumber tenaga tetap. Dari situ, kita mampu menjadi seperti air mengalir, tenaga kita sentiasa mengalir daripada Allah SWT.

Kita akan mampu menjadi tenang.

Katakanlah (wahai Muhammad): “Sesungguhnya Allah menyesatkan sesiapa yang dikehendakiNya (menurut undang-undang peraturanNya), dan memberi petunjuk ke jalan agamanya, sesiapa yang rujuk kepadaNya, “(Iaitu) orang-orang yang beriman dan tenang tenteram hati mereka dengan zikrullah”. Ketahuilah dengan “zikrullah” itu, tenang tenteramlah hati manusia.” Surah Ar-Ra'd ayat 27-28.

Kita akan menjadi lapang ketika menghadapi kesusahan.

“Oleh itu, maka (tetapkanlah kepercayaanmu) bahawa sesungguhnya tiap-tiap kesukaran disertai kemudahan, dan (Sekali lagi ditegaskan): bahawa sesungguhnya tiap-tiap kesukaran disertai kemudahan.Kita tidak akan rasa kesepian bila kita keseorangan.” Surah Asy-Syarh ayat 5-6.

“Dan apabila hamba-hambaKu bertanya kepadamu mengenai Aku maka (beritahu kepada mereka): sesungguhnya Aku (Allah) sentiasa hampir (kepada mereka); Aku perkenankan permohonan orang yang berdoa apabila ia berdoa kepadaKu. Maka hendaklah mereka menyahut seruanku (dengan mematuhi perintahKu), dan hendaklah mereka beriman kepadaKu supaya mereka menjadi baik serta betul.” Surah Al-Baqarah ayat 186.

Air yang mengalir. Kalau air yang mengalir ada sumbernya, maka sumber tenaga kita adalah Allah SWT. Dengan tenaga yang kita raih daripada Allah SWT ini, kita akan berusaha, berusaha, dan terus berusaha, mencari jalan keluar, mencari penyelesaian, untuk segala permasalahan kita. Kalau jalan keluar di hadapan, kiri, kanan dan belakang serta bawah tertutup, kita akan sanggup mendaki ke atas untuk keluar. Begitulah kesungguhan kita. Kalau atas pun tertutup, kita sanggup pecahkan segala penghalang kita.

Itulah kekuatan kita.

Motivasi daripada air mengalir.

Dengan kekuatan hubungan kepada Allah SWT.

Ternyata, Allah tidak menciptakan sesuatu tanpa sia-sia.

“Wahai Tuhan kami! Tidaklah Engkau menjadikan benda-benda ini dengan sia-sia” Surah Ali-Imran ayat 191

0 comments:

Tarbiyah Allah swt...kasih sayang Allah swt





Cukup halus tatkala menghayati seni tarbiyah Allah swt yang sebenar. Dan sebaik-baik tarbiyah Allah adalah dengan Ujian dan musibah. Kaifiyat tarbiyah Allah bilamana diteliti kehalusannya akan menimbulkan keinsafan dalam diri. Maka lahirlah pula pelbagai sifat-sifat mahmudah. Inilah Tarbiyah Allah s.w.t. TarbiyahNYA menyemarakkan iman seseorang. Hatinya yang lalai menjadi lebih dekat dan rindu pada Allah swt. Apabila akal menjadi ukuran penilaian kaifiyat tarbiyah Allah, sudah pastilah seseorang itu merasa dirinya tidak berguna, kecewa dan tidak redho dengan ujian yang menimpa. Maka lahirlah sifat-sifat mazmumah dalam hati lantaran buruk sangkanya pada tarbiyah Allah swt.

Berbeza pula apabila iman menjadi kayu ukur bagi kaifiyat tarbiyah ini. Dalam buku “al-Hikam” karangan ibn Ata’illah as-sakandari, beliau mengibaratkan ujian itu suatu nikmat yang tersembunyi atau ditangguhkan. Hanya dapat diperolehi dengan bersangka baik pada Allah swt iaitu Husnodzon. Dan orang yang paling husnodzon adalah Rasulullah saw, qudwatun hasanah sepanjang zaman. MasyaAllah..!!


Tarbiyah Allah swt memerlukann penghayatan yang tinggi. Penghayatan iman yang mantap mampu mendorong seseorang itu lebih akrab dengan tuhannya. Mengimbas sejarah islam bagaimana Rasulullah saw di uji menjadi anak yatim piatu di waktu kecil usianya. Baginda tidak pernah merasa kasih sayang seorang ayah. Banyak lagi ujian-ujian yang baginda terpaksa lalui khususnya dalam penyebaran dakwah baginda. Bermula dakwah secara sir sehinggalah dakwah baginda secara terbuka. Namun ujian itulah yang mentarbiyahkan Rasulullah saw menjadi seorang yang cekal, sabar dan tabah sebagai seorang hamba Allah yang unggul peribadinya.

Setiap kehidupan itu pastinya akan berteman dengan ujian. Samada ujian kebaikan atau sebaliknya. Sekalipun kita melihat orang kaya yang banyak hartanya, bahagia hidupnya, tetapi dalam bahagia itu dirinya menjadi perhatian Allah dan manusia. Allah mengujinya samada bersyukur atau kufur pada RahmatNYA. Hakikatnya manusia kala ini terlalu ramai yang tewas dengan nafsunya. Nafsu yang terlalu dimanja-manja dengan wang ringgit dan segala macam kemewahan, pangkat, darjat dan kecantikan selalunya menjadikan si pemiliknya lupa diri, bongkak, ujub dan segala macam lagi sifat-sifat mazmumah yang bersarang dihati.

Akan tetapi, nafsu menjadi lemah tikamana kesusahan itu yang menjadi santapannya. Ramai manusia apabila ditimpa dengan musibah dan ujian, hatinya lebih lembut untuk menerima hidayah Allah. Sirah perjuangan nabi Muhammad di Mekah menjadi buktinya. Ramai di kalangan masyarakat arab ketika itu yang menerima islam di awal penyebarannya terdiri di kalangan orang yang faqir miskin, hamba abdi dan kaum perempuan yang dianiaya. Di sinilah letaknya hikmatnya Allah menguji hambaNya dengan kesusahan dan kepayahan hidup. Bersabda Nabi saw : "Sesungghnya Allah suka pada tiap hati yg selalu berdukacita". Abu Ali addaqqad berkata: "Rasulullah saw selalu merasa berdukacita dan selalu berfikir". Fitrahnya manusia, ketika bergembira amat jarang hatinya mengingati Allah swt. Hati yang banyak bergembira cenderung hatinya kepada hubbud dunya (cintakan dunia). Dan amatla rugi orang yg hatinya cinta kepada dunia dan seisinya sdg dunia itu bersifat FANA.

Tikamana dirimu diuji oleh Allah dengan kebaikan dunia, maka bersyukurlah pada nikmat kurniaNYA. Itu tandanya dirimu dalam pemerhatianNYA. Siapkan diri dengan iman dan taqwa, kerana itulah yang akan menjadi bentengmu daripada godaan syaitan dan nafsumu yang tidak ada istilah waktu untuknya melalaikanmu. Sungguh nafsu itulah yang paling hampir dengan dirimu. Maka, kalahkanlah ia dengan banyak memberi kerana Allah swt. Jikalau ujian Allah berupa kekayaan, banyakkanlah menghulur pada yang memerlukan. Sungguh kekayaan itu hanyalah pinjaman semata. Pemiliknya adalah yang kekal Abadi. Kita hanyalah insan faqir yang hanya menumpang Kesempurnaan sifat-sifatNYA. Jadikanlah barang pinjaman itu sebagai wasilah untuk engkau mendekatkan dirimu pada ALLAH swt. Sesiapa yang memberi pinjaman pada Allah (sedang Allah tidak memerlukan pinjaman) maka Allah akan memberikan pulangan yang berlipat ganda (qardan hasanah) hasil daripada apa yang dilakukannya..

Sekiranya ujian nikmat itu berupa darjat dan pangkat, maka ingatlah kekuasaanNYA dan AgungNYA Allah swt, supaya hatimu terhindar dari megah diri dan bongkak. Sekiranya ujian itu berupa kecantikan, ingatlah akan dirimu, kecantikan itu hanyalah sementara dan kecantikan itu hanyalah nilaian zahir bagi manusia. Sedang nilaian manusia itu hanyalah tidak lain hanya melalaikan dirimu dengan pujian. Jadikanlah dirimu begitu berharga dan bernilai di hadapan Allah swt. Baginda bersabda : “ Sesungguhnya Allah tidak melihat pada rupa paras dan kekayaan kamu, tetapi melihat pada amal dan hati-hati kamu”.

Andai dirimu di uji dengan kesusahan hidup, tetapkan lah hatimu dan bersangka baiklah (husnu dzon) pada ALLAH s.w.t. Itu tandanya Allah rindu untuk mendengar luahan bicaramu. Allah amat suka mendengar bisikan-bisikan hati yang rindu kasih sayangNYA. Sedang dirimu di uji, Allah sebenarnya ingin memeliharamu dari sejuta keburukan. Ingatlah ikhwanku yang dikasihi Allah.. Setiap kesusahan itu akan diakhiri dengan kebaikan dan kemuliaan. Maka hendaklah engkau lapangkan dadamu dan bersyukur penuh redha agar kebaikan dunia akhirat itu menjadi penghuni hatimu. Moga kedukaan itu berganti dengan ketenangan, redho dan ikhlas dalam setiap apa yang berlaku lantaran husno dzonnya engkau pada ALLAH sw.t. Mulakanlah harimu dengan senyuman yang lidahnya sentiasa bertahmid memuji Allah swt, yang hatinya sentiasa mengingati Allah swt dan merasa bahagia sepanjang masa..

Jadilah orang yang bersyukur sewaktu menerima ujianNYA lebih-lebih lagi tika musibah menimpa. Itu tanda kasih sayang Allah swt padamu agar hatimu sentiasa bertaut padu dengan namaNYA. Usah mengeluh pada RahmatNYA, sekalipun ujian musibah menjadi tamu hidupmu.. Insafilah dan hayatilah simbolik kesusahan hidup yang menimpamu. Allah lebih Maha Mengetahui sedang kita sedikitpun tidak mengetahui. Serahkanlah kehidupanmu sepenuhnya pada Allah swt. Pasti suatu hari nanti, dirimu akan tersenyum syukur dan bahagia atas ketentuanNYA.. dan barulah engkau mengetahui itulah yang terbaik untuk dirimu. ..
SubhanALLAH walHamdulillah.. ^_^

1 comments:

Related Posts with Thumbnails